Kendaraan
yang jumlahnya semakin hari semakin tumpah membanjiri jalan raya pastilah
meresahkan berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pejabat, pemerintah,
orangtua, remaja, dan pengguna jalan raya lainnya, termasuk saya. Tahun 2008,
ketika saya masih duduk di kelas 1 SMP saya ingat sekali salah satu kegiatan
yang hampir rutin bagi saya yaitu berpergian dengan motor bersama ayah setiap
hari minggu. Saya dibonceng tentunya. Saya ingat sekali jalanan yang jarang
sekali macet, walaupun ada beberapa titik yang terkenal kemacetannya, tapi
titik-titik itu tidak sebanyak sekarang. Lagipula titik-titik kemacetan itu
hanya terletak di tempat yang benar-benar sempit tetapi sangat banyak berbagai
macam transportasi dan manusia yang melewati daerah itu setiap harinya, seperti
pasar. Jalan raya lainnya relatif lancar bagi saya dan ayah saya lewati dengan
motor mio hitam kami.
Di
tahun 2012 ini, kemacetan bukan hal yang baru lagi. warga kota saya, Bogor,
kini sudah menganggap kemacetan sebagai makanan sehari-hari, layaknya nasi.
Sebab kini mengantri menunggu kendaraan didepannya maju sudah menjadi semacam
hal yang mereka tahu akan terjadi.
Bogor
adalah kota dengan jumlah angkot terbanyak di Indonesia. Berdasarkan data
Organda 2012 terdapat sekitar 3.412 angkot yang beroprasi di kota Bogor. 3.412
buah angkot ini melayani 23 trayek. Selain menambah polusi, kendaraan umum ini
juga sering menjadi penyebab kemacetan yang terjadi di kota Bogor. Karena,
kendaraan ini terkenal dengan perilaku supirnya yang suka “ngetem” atau berhenti
untuk mengangkut atau menurunkan penumpang
tetapi seenaknya. Tidak memperhatikan sikon jalan raya sama sekali,
maupun ramai atau macet, mereka rela menghentikan kendaraannya dan setia
menunggu penumpang yang datang menghampiri tanpa memperdulikan berapa banyaknya
kendaraan yang juga terpaksa ikut berhenti dibelakangnya dan menyebabkan macet.
Tetapi, selain itu, angkot yang berjumlah 3.412 ini juga berarti merupakan
lapangan kerja bagi lebih dari 3.412 supir yang mengandalkan pekerjaan “narik
angkot” sebagai mata pencaharian hidupnya.
Penyebab
kemacetan yang lain ialah banyaknya kendaraan pribadi yang sekarang merajalela
di setiap sudut kota saya. Ketika saya masih duduk di bangku smp, jenis mobil
avanza dan xenia dapat disebut sebagai mobil yang cukup mewah jika terlihat
sedang melaju diatas jalanan Bogor yang becek. Tetapi, sekarang, mobil avanza
dan xenia itu hanya 1 dari berates-ratus mobil pribadi lainnya yang ikut
meramaikan jalan raya di kota Bogor. Mobil-mobil pribadi yang lux lainnya pun kini sangat sering
dijumpai di berbagai sudut kota bogor seperti mobil bmw, Mercedes, bahkan
ferarri. Padahal yang mengemudikan hanya satu orang. Ya, sepengamatan saya,
hanya sedikit mobil pribadi yang kursinya terisi penuh. Kebanyakan saya lihat
hanya berisi satu atau dua orang saja. Bukankah itu mempersempit space
gerak di jalan raya? Dan bukankah hal tersebut merupakan sikap yang
boros?
Maka
dari itu, menurut saya adalah tugas setiap warga Negara ini untuk
memikirkan ide-ide baru dan dukungan
untuk mengantisipasi hal ini. Karena saya menggolongkan diri saya sebagai salah
satu warga Negara yang mencintai negaranya layaknya seseorang mencintai ibunya,
saya pun akan berusaha menumpahkan ide-ide dan pemikiran saya untuk mengatasi
hal ini. Inilah ide saya :
1. Pemerintah
harus membuat sistem transportasi kendaraan umum yang ekonomis, efisien,
nyaman, dan aman yang diharapkan dapat merubah cara pandang masyarakat terhadap
perilaku “menggunakan kendaraan umum” yang kini dianggap sebagai sesuatu yang
ribet, tidak nyaman, apalagi aman. Kalau sudah begitu, selera dan budaya
masyarakat akan pindah dengan sendirinya. Menggunakan transportasi umum mungkin
saja dianggap hal yang keren suatu saat nanti. karena mereka akan merasa puas
dan terlayani sehingga mereka pun lebih senang menggunakan transportasi umum
dibandingkan kendaraan pribadi. Menurut saya, salah satu jenis kendaraan yang
bisa berpotensi besar untuk mewujudkan mimpi ini ialah subway atau kereta bawah tanah. Kenapa? Pertama, kereta bawah tanah
adalah transportasi umum yang sangat jarang dirasakan oleh kebanyakan warga
Indonesia dari beragai lapisan. Maka mereka akan merasa tertarik
menggunakannya. Dan dengan layanan yang bagus, merekapun akan menjadikan kereta
bawah tanah sebagai transportasi umumnya sehari-hari dan meninggalkan mobil
pribadinya di garasi rumah. Kedua, kereta bawah tanah tidak menyebabkan
kemacetan sama sekali karena terletak dibawah tanah, sangat berbeda dengan
kereta yang beroprasi di atas tanah, setiap kali kereta lewat, setiap kendaraan
harus menghentikan lajunya untuk menunggu kereta lewat. Dan lagi-lagi, hal ini
mengebabkan macet, hal yang sedang kita coba solusikan.
2. Membatasi
jumlah angkot yang berada di Bogor, dengan jumlah yang lebih ideal. Ideal
disini maksudnya jumlah yang sesuai dengan banyaknya penumpang yang akan
menggunakan angkot di setiap trayek. Saya sering melihat angkot 08A yang selalu
penuh dengan penumpang sedangkan masih banyak penumpang yang ingin naik
sedangkan angkot 07 berserakan dimana-mana dengan isi yang kosong tanpa penumpang.
Selain itu, para pengemudi angkot juga perlu di beri pengarahan tentang cara
menggunakan bahan bakar yang efisien, cara mengemudi yang baik dan benar, dan
juga tempat-tempat yang dilarang untuk ngetem mendadak.
3. Memaksimalkan
kinerja dan perwujudan yang proporsional atas ide-ide diatas sehingga ide
diatas berjalan dengan baik dan menjadi penghasilan ekstra bagi Negara. Menurut
saya, salah satu “kegalauan” pemerintah tentang membatasi jumlah transportasi
pribadi karena keberadaan mobil-mobil itu dinegara kita juga memberikan
keuntungan bagi Negara. Karena, pajak yang harus dibayarkan per tahun dan pajak
yang harus dibayar untuk dapat mengimpor mobil itu ke Indonesia pula salah satu
pengisi penghasilan Negara. Karena itu, pengaplikasian dari ide-ide saya diatas
harus dijalankan sepenuhnya untuk mencapai tujuannya yaitu sebagai solusi
kemacetan dan juga sebagai penghasil penghasilan Negara. Jika misalnya,
misalnya loh, jika misalnya ide-ide saya diatas berhasil, dan orang-orang pun
lebih memilih menggunakan transportasi umum yang lebih digemari masyarakat,
maka pendapatan Negara yang bersumber dari pajak mobil itupun akan berkurang
atau mungkin tidak bertambah, tetapi tidak apa-apa, karena penghasilan yang
didapat dari transportasi umum diharapkan dapat menutup kerugian itu. Selain
itu juga, mengatasi masalah kemacetan.
4. Pihak-pihak
yang berikutserta dalam program diatas haruslah orang pilihan yang jujur, adil,
dan terpercaya agar program diatas dapat terlaksana dengan baik dan diharapkan
dapat membantu mewujudkan tujuan dari program itu yaitu mendatangkan dana bagi
Negara dan juga mengatasi kemacetan.
Jadi…. Itulah
ideku, ide seorang murid kelas 2 SMA di Daerah Bogor. Seorang murid yang
mempunyai pandangannya sendiri akan cara untuk memperbaiki negri yang sangat ia
cintai. Ini ideku, apa idemu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar