Selasa, 07 Mei 2013

Rudy Francisco, Scars

  Belakang ini gua berkenalan sama sesuatu yang sangat sangat asing bagi gua, karena citranya yang jauh dari sifat kelaki-lakian dan memang ga pernah terlintas dipikiran gua untuk melakukan itu, yaitu puisi. Baca puisi, lebih tepatnya.

   Waktu itu gua lagi belajar pelajaran BK, saat tiba-tiba ketua kelas gua, Fauzul, manggil gua sama satu orang cewek utnuk menghadap guru. Gua sih awalnya ga berfikir macem-macem, tapi setelah guru gua ngomong bahwa gua bakal ngewakilin SMA gua buat ikut lomba baca puisi, gua shock.

   Oke, gua sempet mikir, "kenapa ni guru milih gua?" "kenapa gak yang lain?" "apa dasarnya guru ini milih gua?" tapi setelah diselidiki, ternyata semua ini ulah Fauzul yang merekomendasikan gua dengan alasan SELALU BACA BUKU DI KELAS. Dan gua masih bingung, hubungannya sama baca puisi apa.

   Akhirnya gua terima tawaran itu, gua pulang kerumah, rebahin badan sebentar terus langsung nyalain komputer, coba nyari-nyari bahan buat puisi. Cuma butuh waktu 2 menit untuk ngebuat gua jijik karena dari video video yang gua liat dari Youtube, pembacaan puisi itu emang bukan my thing. ekspresi, bahasa tubuh, jeda, intonasi, semuanya harus... lebay.

   Akhirnya gua mutusin buat liat-liat pembacaan puisi dari luar negeri, yaitu Amerika. waktu gua ketik "Poem contest" dan pencet enter, videonya Rudy Francisco yang lagi bacain puisinya yang judulnya Scars langsung muncul di video paling atas, lantas gua klik video itu.

   Singkat kata, 3 menit setelah gua play video itu, gua tercengang. Kagum. pembacaan puisi di luar negeri ternyata beda sama di negeri kita, pembacaan puisi di Amerika disampaikan dengan kecepatan suara yang cepat da tidak mendayu-dayu. oke, ini videonya.

   Oke, keren kan? banget. kita langsung maju ke beberapa minggu setelah kejadian itu ya, intinya gua ga menang gara-gara salah informasi, guru gua gak niat cari info tentang prosedur lomba yang gua kira awalnya puisi diciptain oleh pembaca, tapi ternyata puisi ditentuin oleh juri. Dan kotan saja, gua belum latihan.

   Tapi gua ga nyesel, kanapa? pertama, gua bisa rasain yang namanya dispen. Kedua, gua dapet ceban dari sekolah. Ketiga, ternyata puisi itu a bit menyenangkan, apalagi kalau cara penyampaiannya kaya Rudy Francisco, maka dari itu, gua nyoba bikin video gua lagi bacain puisi mas Rudy, ini dia, kata-katanya banyak yang palibet, tapi gapapalah. just for fun kok.







   Yaa itulah, acara mempermalukan diri gua sendiri hari ini, tapi gapapalah, kan bebas berekspresi, ya gak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar