Waktu itu gua lagi belajar pelajaran BK, saat tiba-tiba ketua kelas gua, Fauzul, manggil gua sama satu orang cewek utnuk menghadap guru. Gua sih awalnya ga berfikir macem-macem, tapi setelah guru gua ngomong bahwa gua bakal ngewakilin SMA gua buat ikut lomba baca puisi, gua shock.
Oke, gua sempet mikir, "kenapa ni guru milih gua?" "kenapa gak yang lain?" "apa dasarnya guru ini milih gua?" tapi setelah diselidiki, ternyata semua ini ulah Fauzul yang merekomendasikan gua dengan alasan SELALU BACA BUKU DI KELAS. Dan gua masih bingung, hubungannya sama baca puisi apa.
Akhirnya gua terima tawaran itu, gua pulang kerumah, rebahin badan sebentar terus langsung nyalain komputer, coba nyari-nyari bahan buat puisi. Cuma butuh waktu 2 menit untuk ngebuat gua jijik karena dari video video yang gua liat dari Youtube, pembacaan puisi itu emang bukan my thing. ekspresi, bahasa tubuh, jeda, intonasi, semuanya harus... lebay.
Akhirnya gua mutusin buat liat-liat pembacaan puisi dari luar negeri, yaitu Amerika. waktu gua ketik "Poem contest" dan pencet enter, videonya Rudy Francisco yang lagi bacain puisinya yang judulnya Scars langsung muncul di video paling atas, lantas gua klik video itu.
Singkat kata, 3 menit setelah gua play video itu, gua tercengang. Kagum. pembacaan puisi di luar negeri ternyata beda sama di negeri kita, pembacaan puisi di Amerika disampaikan dengan kecepatan suara yang cepat da tidak mendayu-dayu. oke, ini videonya.
Yaa itulah, acara mempermalukan diri gua sendiri hari ini, tapi gapapalah, kan bebas berekspresi, ya gak?